1.Dandhanggula

( halaman 1)1. puteking tyas darunageng kingkin / kagunturan ing krama sarkara / kelut kalimut angene / nir kabudayanipun / lir kataman ing mastra bahni / brastha tanpa upaya / puwarang gung wuyung / wahya wiyadining driya / driyasmara maripih marek ngeneni / nangsaya maweh brongta //

Sebuah keinginan besar dari hati yang sedih / bertepatan dengan hidup yang manis / ikut hanyut dalam angan-angan / tidak hanya kebudayaannya / seperti hanyut dalam ikatan api / membasmi tanpa upaya / karena besarnya cinta / kesedihan di hati semakin mendekat/ semakin memenuhi hati.

2. ingimur-imur mara mrepeki / linali-lali mangkin ngalela / leng-lenging tyase angaleleh / paran wasaneng ( halaman 2) gandrung / de kadereng darung kapati / kapatuh ing pantaka / pan teka kadurus / kadrawasaning kung rimang / reming netya satata kang mikatoni / kontraning dyah kotama //

Berusaha menghibur diri/ berkaitan semakin terkait / dalamnya hati semakin tersedak /  akhirnya semakin jatuh cinta / semakin berharap sampai mati / tersudut pada aturan / celaka dalam besarnya banjir/ puasnya keinginan seperti yang bertanya / sesuatu yang utama.

3. tamtam tuman tumontoning resmi / reseping tyas ing respatinira / nirnakken langen resmine / sor kang angsana tunjung / tunjung merang marang maskwari / rekasa lumawana / kucem warnanipun / sari-sari sabuwana / kasangsaya lan sira rebut wewa ( halaman 3)ngi / manungsung asung gonda //

Menjalar karena kecanduan menonton hubungan asmara / meresap kedalam hatinya / menghilangkan kesenangan yang lain / dibawah bunga Tunjung / tunjung merang kepada Maskwari / melawan kesulitan / gelap warnannya / inti sari bumi / semakin dan anda merebutkan kebaikkan / membawa harumnya aroma.

4. gonda arum tinumrapken maring / wandanira sumrambah warata / sumrik-sumrik sarandune / kongas mangekes ing kung / madu-madu pathi sabumi / bubar padha tumiba / tumpek tumpuk susun / seseg aneng sariranta / kumarane kumerab amerak ati / marwasa weh wiyoga //

Aroma wangi diterapkan kepada / aroma tubuhmu merambah rata / menyusup ke celak-celah      / diprioritaskan dalam madu-madu sari se-bumi / bubar berjatuhan / bertumpuk-tumpuk tersusun / sesak didalam diri / anak muda yang menyenangkan / berkutat akan kesedihan.

5. miwah lidhah lawan kilat thathit / apepanthan lawene anuksma / aneng liring ta remene / marma lamun tumanduk / lir anggane sara sangkali / lumarap ngalap jiwa / nir jiwitanipun / sumawana surya condra / myang kartika prabane amrabawani / marang wadananira //

Juga petir dan halilintar menggelegar / mewakili benang suksma / berada dalam angan kesenangannya / kasih sayang tang tercapai / sepertinya kesengsaraan / mengarak korban jiwa / tidak cubitannya / seperti sinar Matahari / juga bintang yang sinarnya memancar /  kepada pemimpinmu.

6. sotya-sotya musthikadi-adi / jagad raya wis ngumpul sadaya / dumunung tyasira angger / kotab ngulama merdu / kasusilan silaning estri / sutreptining akrama / teja lan kekuwung / kawangwang neng imbanira / memanone nenangi ana ing ati / oneng anon mring sira //

Cincin cincin mustika/ sudah berkumpul menjadi satu / berada dalam hatimu/ terungkap dalam syair merdu / kesusilaan norma perempuan / hakikatnya kehidupan / tabir langit dan pelangi / tergambar dalam dirimu / sang penguasa yang menyejukkan ada dalam hati / dalam dirimu.

7. pradapane ingkang taru resmi / raras rume rumarap ing sira / wus surem ngalih sunare / sumirat maring tutuk / tungtung rekta ngrarontok ati / bremara lan mutyara / cahyane cumundhuk / cumandhi ring wajanira / narawungi wangun lir tetesing warih / kengis ngasmareng cipta //

Berseminya pohon kehidupan / bertumbuh dan harumnya berpindah dalam dirimu / sudah suram berpindah sinarnya / bersinar ke bibir / gemerlap keputihan merobohkan hati / kumbang dan mutiara / cahayanya turun / terbangun di wajahmu / putri keraton yang bangun seperti tetesan air / terkena daya cinta.

8. lung-elungan kalangening langit / anglanglangi lumengenging kisma / tumangkul ngukel sinome / sinatmata weh trenyuh / anyuh ing tyas rudita gati / swara samarcapada / kang mardongga arum / rumaket keket lan sira / srining swara lir rindinging pra apsari / kumenyut nganyut jiwa //

saling memberi keindahan langit / mengarungi ke dalam bumi / merangkul meenggulung kemudaannya / terlihat sedih / masuk ke dalam hati yang sedang sedih / suara seirama sedunia/ yang terdengar harum / berdekatan sekali dengan dirimu / sarinya suara seperti para hapsari / memikat membawa jiwa.

9. temah tumpek pepek saananing / tri bawana kumarane mara / merak marang sira kabeh / kambuh-kambuh beburu / mring kusuma kudu andasih / asih angestupada / ajrih bok sinartu / sinadarga lamun sira / musthikeng rat nadyan Supraba lan Ratih / mung dadi kanthinira //

juga menjadi satu semuanya / tiga bumi pemudanya datang / berkembang kepada dirimu semua / berkembang dan berburu / kepada kusuma harus mengasihi / kasih yang merestui / takut walaupun terbentur/ apabila dirimu / mustika bumi walaupun Supraba dan Ratih / itu hanya sebagai pendampingmu.