Menurut Gajah mada dalam Nagarakretagama pemimpin itu harus mempunyai enam sifat :

  1. Abikamika : simpatik, berorientasi ke bawah dan lebih mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pridadi atau golongan sendiri.
  2. Prajna : aktif, bijaksana dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan, seni, agama, serta dapat dijadikan panutan rakyat.
  3. Usaha : proaktif, kreatif, inovatif, serta rela berkorban dan mengabdi tanpa pemrih untuk kesejahteraan.
  4. Atma Sampad : berbudi luhur, berintegritas tinggi, objektif dan mempunyai wawasan jauh ke depan demi kemajuan bangsa.
  5. Sakya Samanta : mampu mengawasi bawahan dari segala kegiatan keprajuritan dan kenegaraan serta berani bertindak tegas secara adil tanpa pilih kasih.
  6. Aksudra Pari Sakta :  akomodatif, cerdik dalam berunding, cakap dalam bertutur kata, mampu menyatukan perbedaan dengan cara musyawarah.

Sebagai panglima militer seorang pemimpin harus memiliki catur darmaning nerpati

  1. Jana Wisesa Suda : menguasai segala macam ilmu dan agama, teori dan praktek.
  2. Kaprahitananing Praja : memiliki sifat welas asih dan peduli kepada bawahannya.
  3. Kawiryan : mempunyai keberanian untuk menegakkan kebenaran dan keadilan
  4. Kawibawan : berwibawa agar setiap rencana dan perintah dapat terlaksana.

Di samping itu seorang pemimpin juga harus memiliki sifat utama Pandawa Lima

  1. Ngesti Aji : cari dan amalkan ngelmu suci lan agama (Yudhistira = Samiaji)
  2. Ngesti Giri : cari kekuatan seperti gunung dalam menegakkan kebenaran (Bima)
  3. Ngesti Jaya : cari kemenangan dalam menundukkan sifat buruk, lahir batin (Arjuna)
  4. Ngesti Nangga : cari ketangguhan dan tanggap dalam segala keadaan (Nakula)
  5. Ngesti Priyambada :cari upaya untuk membahagiakan rakyat (Sadewa)

Prapanca dalam Kitab Kertagama menggambarkan 15 tabiat istimewa Gajah Mada :

  1. Wija : bijaksana dalam mengatasi dan menyelesaikan segala permasalahan negara.
  2. Mantriwira  bertindak berani dan tegas dalam membela kepentingan negara.
  3. Wicaksaning Nata : bijaksana dalam membina hubungan dengan semua pihak.
  4. Matangwan : bertanggung jawab penuh atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
  5. Satya Bhakti Prabu : setia dengan hati yang tulus, ikhlas kepada negara dan raja.
  6. Wakmiwak : teguh mempertahankan pendirian dengan alasan dan keyakinan kuat.
  7. Sarjawopasama : ramah, sepi ing pamrih, sabar dalam menghadapi cobaan.
  8. Dirotsaha: bekerja dengan rajin dan sungguh- sungguh.
  9. Tan lalana : tidak pernah sedih dan putus asa.
  10. Dwiyacitha : selalu berbuat baik dalam berhubungan dengan orang lain.
  11. Masihi Samastu Buwana : menyayangi seluruh makhluk Tuhan.
  12. Ginong Pratidina : mengerjakan hal yang baik menghindari yang buruk.
  13. Sumaniri : pegawai negara yang ahli sesuai bidang yang ditekuni.
  14. Anayaken Musuh : menyingkirkan musuh dan rintangan yang mengganggu.
  15. Tan Satrisna : tidak memiliki keinginan untuk menjatuhkan karir orang lain.