Apresiasi :

Aja dipleroki karya ki Nartosabdho
X         : mas mas mas, aja dipleroki
              mas mas mas, aja dipoyoki
              karêpku jaluk dièsêmi
Y         : tingkah lakumu kudu ngêrti cara
              aja ditinggal kapribadèn kêtimuran
X         : mengko gèk kèri ing jaman?
Y         : mbok ya sing eling!
X         : eling bab apa
Y         : iku budaya
X         : Pancènne bênêr kandamu.

Apabila ditranslet ke dalam bahasa Indonesia :

X         : kak, jangan memandangku dengan sinis
kak, jangan mengejekku
harapanku diberi senyum
Y         : tingkah lakumu harus tahu sopan santun
jangan ditinggal kepribadian orang timur
X         : nanti apakah tidak ketinggalan jaman?
Y         : ingatlah!
X         : ingat bab apa
Y         : itu budaya
X         : memang benar ucapanmu

Lagu di atas adalah sebuah pengungkapan rasa batin seorang pengarang mengenai pergeseran budaya orang-orang Timur. Dalam teks lagu di atas diungkapkan seorang adik perempuan berbicara kepada kakaknya :
“mas mas mas, aja dipleroki
mas mas mas, aja dipoyoki
karêpku jaluk dièsêmi”

melihat perubahan sikap kakaknya yang bernada marah, berwajah sinis dan sering mengejek adiknya. Hal itu dikarenakan perubahan sikap sang adik yang mulai meninggalkan kebudayaan pribadinya sebagai orang timur.

Bagi seorang perempuan perkembangan trend barat dianggap sesuatu yang lebih moderen dan lebih maju. Padahal kebudayaan barat belum tentu cocok dengan kebudayaan orang-orang timur. Moderenisasi dari barat mempunyai efek dalam segala bidang baik ekonomi sampai pada budaya. Terlihat pada perkembangan hidup bermasyarakat yang moderenisasi diri untuk kebutuhan.

Pergaulan yang mengikuti trend barat mulai merebak di Indonesia, desain baju yang ketat dan kurang sopan bagi kawasan timur, saat ini menjadi sesuatu hal yang biasa bagi pemuda. Sikap sopan santun, tatakrama mulai berkurang karena efek global. Kemudian berlangsung dengan adanya persaingan pasar bebas yang secara tidak langsung sikap konsumtif masyarakat Indonesia meninggalkan produk dalam negeri.

Pelanggaran hukum, tindak kriminal dan KKN (Korupsi, Kolusi ,Nepotisme) semakin marak baik di kalangan bawah maupun kalangan atas. Hal ini sebagai bukti pergeseran budaya ‘Ketimuran’ menjadi ‘kebaratan’ ini perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Seperti diungkapkan pada lagu “Aja Dipleroki” penanganan lebih baik adalah kesadaran pribadi dan pengendalian dari orang-orang terdekat.